Minggu, 15 Januari 2012

hewan-hewan yang memancarkan cahaya

1. Anglerfish



Anglerfish merupakan ikan yg unik. Penampilannya sekilas menyeramkan karena tubuhnya berbentuk bulat & memiliki mulut yg lebar & bertaring melengkung panjang. Ciri khas lain ikan angler adalah organ lampu pada semacam "tali pancing" di bagian atas moncongnya. Ikan angler jenis lain, misalnya Thaumaticthys pagidostomus, memiliki organ cahaya di bawah giginya. Ikan angler tidak memiliki gelembung renang ( karena pada kedalaman itu gelembung renang atau paru-paru manusia) akan hancur akibat tekanan bawah laut, sehingga ikan itu menghabiskan seluruh hidupnya di laut dalam & tidak pernah naik ke permukaan.


2. Cumi-Cumi Famili Chiroteuthis




Para ilmuwan menemukan spesies cumi-cumi baru di Samudra Hindia. Penemuan itu dilaporkan oleh International Union for the Conservation Nature. Adapun spesies tersebut termasuk dalam famili Chiroteuthid. Spesies yang ditemukan memiliki ukuran panjang sekitar 70 cm ini memiliki organ yang mampu memancarkan cahaya untuk menakuti mangsanya. Menurut laporan IUCN, spesies tersebut ditemukan di bagian dasar laut yang terjal.


3. Siput Hinea brasiliana




Cara unik menghindari mangsa juga dimiliki spesies siput yang bernama Hinea brasiliana. Hewan laut ini bisa mengeluarkan cahaya dari cangkangnya. Cahaya yang bisa dipancarkan secara tiba-tiba itu mungkin untuk mengejutkan predator yang akan menyerangnya sehingga siput punya waktu untuk berlindung ke dalam cangkang.


4. Kunang-Kunang



Ada lebih 2.000 spesies kunang-kunang, yang sebenarnya adalah kumbang bersayap. Mekanisme bercahaya kunang-kunang biasanya menunjukkan beberapa informasi misalnya masa hidupnya. Kunang-kunang bersinar bahkan ketika mereka masih berupa larva kecil. Kedipan kepucatan mereka, cahaya kapur bertindak sebagai peringatan bagi pemangsa.


5. Ubur-Ubur Jengger




Ubur-ubur jengger (Ctenophore) adalah makhluk lembut yang mirip dengan ubur-ubur dan anemon laut. Mereka umumnya memakan tanaman mikroskopis dan hewan-hewan laut kecil. Sebagian menangkap mangsa menggunakan tentakel (organ menyerupai belalai) yang lengket dan dapat bergerak di air seperti tali alat memancing. Selain itu, hampir semua ubur-ubur jengger memiliki sel penghasil cahaya khusus di sepanjang punggung tubuh mereka yang berlipit.

6. Cacing Bom



Spesies cacing baru yang ditemukan di kedalaman laut memiliki keunikan karena tubuhnya bisa menampakkan cahaya. Ilmuwan mengatakan, cacing langka itu bisa mengeluarkan "bom alami" dari pendaran cahaya dalam tubuhnya. Karena kemampuannya yang unik itu cacing itu mendapatkan nama ilmiah Swima bombiviridis. Karen Osborn dan timnya dari Scripps Institution of Oceanography di University of California, San Diego, melaporkan temuan tujuh spesies cacing baru dalam jurnal ilmiah Sains.


7. Krill



Krill adalah crustacea seperti udang yang dapat ditemui di semua samudera dunia. Mereka dimakan oleh banyak binatang, termasuk burung, paus, cumi-cumi dan hiu paus. Mereka biasanya ditemukan pada grup besar, dengan lebih dari 10.000 krill per meter kubik. Kelebihan dari krill ini yaitu mereka bisa memancarkan cahaya dari tubuhnya untuk menakuti pemangsanya.

Binatang Dengan Umur Rata-rata diatas 100 Tahun

Jika spesies manusia modern saat ini biasa hidup rata-rata sampai umur 60 s/d 70 tahun, berbeda dengan 5 spesies binatang dibawah ini yang mampu hidup sampai ratusan bahkan ribuan tahun. Waw! binatang apa sajakah itu? ok! lets check this out...

 Tuatara - 111 Tahun



Namanya TUATARA bukan karena dia tua, tapi itu berasal dari bahasa dari Selandia Baru. Spesies Tuatara ditemukan yang hidup saat ini dianggap dinosaurus hidup karena mereka telah berkembang di bumi untuk 200 juta tahun. Mereka juga salah satu vertebrata yang terpanjang umurnya di bumi, baik sebagai spesies dan sebagai individu. Seekor Tuatara di sebuah kebun binatang baru baru ini bertelur pada saat berumur 111 tahun!


Geoduck - 160 Tahun


Spesies kerang air laut ini memiliki masa hidup minimum 160 tahun. Mereka memiliki leher panjang 1m. Terlihat ketika keluar dari cangkangnya.


Cacing Tabung Lamellia - 170 Tahun


Cacing tabung yang tidak berwarna-warni ini (L. luymesi) ditemukan di perairan laut dalam. Mereka ada di ventilasi hidrokarbon yang ditemukan di dasar laut dan tampaknya hidup lebih dari 170 tahun.


 Kura-kura Raksasa - 250 Tahun


Spesies kura-kura ini adalah vertebrata dengan hidup terpanjang di Bumi. Salah satu kura-kura tersebut bernama Harriet, seekor kura-kura Galápagos, meninggal pada usia 175. 'Adwaita' lain spesies kura-kura raksasa Aldabra diketahui meninggal pada usia 250 pada Maret 2006.


 Spons Antartika - 1550 Tahun


Ternyata pemenangnya masih sekerabat sama Spongebob squarepants. Suhu sangat rendah yang ada di Samudra Antartika Samudra menyebabkan spons Antartika memiliki tingkat pertumbuhan sangat lambat. Satu spesimen telah tercatat memiliki umur 1.550 tahun!!

Fenomena aneh di atmosfer bumi (Catatumbo Lightning)





Apakah Anda pernah mendengar tentang Catatumbo Lightning? Catatumbo Lightning adalah sebuah fenomena aneh yang terjadi pada atmosfer bumi.

Catatumbo Lightning adalah fenomena petir yang terus menyambar dengan intensitas yang tinggi. Bahkan bisa mencapai 400.000 lebih sambaran dalam setahun. Fenomena ini terdapat di negara Venezuela.

Setelah berabad-abad Catatumbo Lightning terus menerus muncul, pada Januari 2010 Catatumbo Lightning sempat tidak muncul. Banyak yang menyangka jika Catatumbo Lightning sudah tidak akan muncul kembali.

Dan hingga pada April 2010, Catatumbo Lightning muncul kembali. Belakangan diketahui bahwa kekeringan lah yang menyebabkan Catatumbo Lightning sempat tidak muncul.

Catatumbo Lightning terletak di muara sungai Catatumbo, lebih tepatnya di Danau Maracaibo, Venezuela. Petir yang menyambar pun intensitasnya cukup membuat sesorang yang sempat melihatnya menggelengkan kepala.

Bayangkan saja, petir tersebut rata-rata menyambar selama 10 jam dalam sehari, dan dalam satu jam, petir tersebut dapat menyambar rata-rata sampai 280 kali sambaran. Bisa anda bayangkan berapa kali petir Catatumbo menyambar dalam sehari.



Dan yang lebih menakjubkannya lagi, dalam satu tahun, petir bisa menyambar sampai 140 sampai 160 hari dari 365 hari dalam setahun. Dan petir tersebut rata-rata menyambar dengan ketinggian 5 km.

Penelitian juga mengatakan bahwa Catatumbo Lightning adalah penghasil ozon dengan presentase tertinggi di dunia, dari seluruh tempat di dunia. Karena Catatumbo Lightning dapat menghasilkan sekitar 1.176.000 kW listrik di atmosfer.




Masyarakat kuno Yukpa di negeri tersebut mempercayai bahwa kilatan warna biru, putih, dan merah muda Catatumbo Lightning, terjadi saat kunang-kunang bertemu dengan roh para leluhur. Selama berabad-abad para pelaut pun menggunakan Catatumbo Lightning sebagai alat navigasi dari alam agar mereka tidak tersesat di lautan.

Karena Catatumbo Lightning bisa terlihat dari jarak yang jauh, bahkan sampai ratusan mil jauh nya. Oleh karena itu Catatumbo Lightning juga sering disebut Lighthouse of Maracaibo (Mercusuar Maracaibo).




Catatan sejarah mengenai Catatumbo Lightning sendiri pertama kali tercatat pada tahun 1597 dalam sebuah puisi epik karangan Lope de Vega berjudul La Dragontea. Alexander von Humboldt, seorang naturalis Prussia, pernah menggambarkan Catatumbo Lightning sebagai "ledakan listrik yang seperti sinar pendar".

Seorang Geografis dari Italia yang bernama Agustin Codazzi, pernah menggambarkan Catatumbo Lightning sebagai "kilat yang tampaknya muncul dari sungai Zulia lanjutan dan sekitarnya". Studi mengenai Catatumbo Lightning pertama kali dilakukan oleh Melchor Centeno.

Kemudian pada tahun 1966 sampai 1970, ilmuwan Andrew Zavrostky melakukan tiga ekspedisi dengan bantuan dari University of Los Andes yang menyimpulkan bahwa areal tersebut akan memiliki episentris di rawa-rawa dari Swamp National Park Juan Manuel de Aguas, Claras Aguas Negras dan Danau Maracaibo bagian barat.

Pada tahun 1991, ia juga mengatakan bahwa fenomena tersebut terjadi karena adanya pertemuan arus udara hangat dan dingin di daerah tersebut. Penelitian tersebut juga mengatakan bahwa penyebab untuk kilat terisolasi mungkin karena keberadaan uranium di dasar bebatuan.

Kemudian pada tahun 1997 sampai 2000, Nelson Falcon melakukan beberapa ekspedisi dan menghasilkan model mikrofisika dari Catatumbo Lightning yang mengidentifikasikan bahwa metana lah yang menyebabkan Catatumbo Lightning. Namun saat itu teori ini masih dianggap hanya sekedar spekulasi. Tapi belakangan, penyebab fenomena tersebut adalah gas nontoksik metana yang menguap dari rawa dan endapan minyak.

PLANET KERDIL HAUMEA




Jajaran planet kerdil ditata surya kembali bertambah dengan dimasukkannya objek baru yang diberi nama HAUMEA. Objek yang ditemukan pertama kali pada tahun 2005 berada disatu kawasan dengan Pluto.
            Haumea diambil dari nama Dewa Bumi dan kesuburan yang diyakini penduduk asli Hawaii. Nama tersebut dipilih Himpunan Astronomi Internasional (IAU) dalam kongres terakhir diparis. Objek tersebut merupakan planet kerdil kelima setelah Pluto, Ceres, Eris, dan Makemake.
            Planet kerdil merupakan kelompok baru yang ditetapkan IAU untuk mendefenisikan objek yang tidak masuk dalam jajaran planet. Definisi tersebut ditetapkan sejak dua tahun lalu setelah IAU mengeluarkan Pluto dari kelompok planet dari tata surya. IAU sempat mengganti istilah planet kerdil dengan plutoi, tapi urung menggunakannya.
            Tidak seperti Pluto yang cenderung bulat, Haumea memiliki bentuk lonjong seperti telur. Para astronom menduga bentuk tersebut disebakan rotasinya yang relative cepat akibat tumpukan objek lainnya dimasa lalu.