Bali adalah nama salah satu provinsi
di Indonesia dan juga merupakan nama pulau terbesar yang menjadi bagian dari
provinsi tersebut. Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga
terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa
Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Serangan.
Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau
Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar yang terletak di bagian selatan
pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali
terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil
seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga
dikenal dengan sebutan Pulau Dewata dan Pulau Seribu
Pura.
UNSUR – UNSUR BUDAYA
A. BAHASA
Bali sebagian besar menggunakan bahasa Bali dan
bahasa Indonesia, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan
trilingual. Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga dan bahasa asing utama bagi
masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan industri pariwisata. Bahasa
Bali di bagi menjadi 2 yaitu, bahasa Aga yaitu bahasa Bali yang pengucapannya
lebih kasar, dan bahasa Bali Mojopahit.yaitu bahasa yang pengucapannya lebih
halus.
B. PENGETAHUAN
Banjar atau bisa disebut sebagai desa adalah suatu
bentuk kesatuan-kesatuan social yang didasarkan atas kesatuan wilayah. Kesatuan
social tersebut diperkuat oleh kesatuan adat dan upacara keagamaan. Banjar
dikepalahi oleh klian banjar yang bertugas sebagai menyangkut segala urusan
dalam lapangan kehidupan sosial dan keagamaan,tetapi sering kali juga harus
memecahkan soal-soal yang mencakup hukum adat tanah, dan hal-hal yang sifatnya
administrasi pemerintahan.
C. PAKAIAN DAERAH
Pakaian daerah Bali sesungguhnya sangat bervariasi,
meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali
mempunyai
ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan
kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi
seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang
dipakainya.
Pria
Busana tradisional pria umumnya terdiri dari:
- Udeng (ikat kepala)
- Kain kampuh
- Umpal (selendang pengikat)
- Kain wastra (kemben)
- Sabuk
- Beragam ornamen perhiasan
Sering pula dikenakan baju kemeja, jas dan alas
kaki sebagai pelengkap.
Wanita
Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari:
Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada,
dan alas kaki sebagai pelengkap.
D. RUMAH ADAT
Rumah Bali yang sesuai dengan aturan Asta Kosala
Kosali (bagian Weda yang mengatur tata letak ruangan dan bangunan, layaknya
Feng Shui dalam Budaya China)
Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam
hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek
pawongan, palemahan dan parahyangan. Untuk itu pembangunan sebuah rumah harus
meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa disebut Tri Hita Karana.
Pawongan merupakan para penghuni rumah. Palemahan berarti harus ada hubungan
yang baik antara penghuni rumah dan lingkungannya.
Pada umumnya bangunan atau arsitektur tradisional
daerah Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta pemberian
warna. Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan
simbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis
fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan dalam
patung.
E. TEKNOLOGI
Masyarakat Bali telah mengenal dan berkembang
system pengairan yaitu system subak yang mengatur pengairan dan penanaman di
sawah-sawah. Dan mereka juga sudah mengenal arsitektur yang mengatur tata letak
ruangan dan bangunan yang menyerupai bangunan Feng Shui. Arsitektur merupakan
ungkapan perlambang komunikatif dan edukatif. Bali juga memiliki senjata
tradisional yaitu salah satunya keris. Selain untuk membela diri, menurut
kepercayaan bila keris pusaka direndam dalam air putih dapat menyembuhkan orang
yang terkena gigitan binatang berbisa.
a). Perkawinan
Penarikan garis keturunan dalam masyarakat Bali
adalah mengarah pada patrilineal. System kasta sangat mempengaruhi proses
berlangsungnya suatu perkawinan, karena seorang wanita yang kastanya lebih
tinggi kawin dengan pria yang kastanya lebih rendah tidak dibenarkan karena
terjadi suatu penyimpangan, yaitu akan membuat malu keluarga dan menjatuhkan
gengsi seluruh kasta dari anak wanita.
Di beberapa daerah Bali ( tidak semua daerah ),
berlaku pula adat penyerahan mas kawin ( petuku luh), tetapi sekarang ini
terutama diantara keluarga orang-orang terpelajar, sudah menghilang.
b). Kekerabatan
Adat menetap diBali sesudah menikah mempengaruhi
pergaulan kekerabatan dalam suatu masyarakat. Ada macam 2 adat menetap yang
sering berlaku diBali yaitu adat virilokal adalah adat yang membenarkan
pengantin baru menetap disekitar pusat kediaman kaum kerabat suami,dan adat
neolokal adalah adat yang menentukan pengantin baru tinggal sendiri ditempat
kediaman yang baru. Di Bali ada 3 kelompok klen utama (triwangsa) yaitu:
Brahmana sebagai pemimpin upacara, Ksatria yaitu : kelompok-klompok khusus
seperti arya Kepakisan dan Jaba yaitu sebagai pemimpin keagamaan.
c). Kemasyarakatan
Desa, suatu kesatuan hidup komunitas masyarakat
bali mencakup pada 2 pengertian yaitu : desa adat dan desa dinas
(administratif). Keduanya merupakan suatu kesatuan wilayah dalam hubungannya
dengan keagamaan atau pun adat istiadat, sedangkan desa dinas adalah kesatuan
admistratif. Kegiatan desa adat terpusat pada bidang upacara adat dan
keagamaan, sedangkan desa dinas terpusat pada bidang administrasi, pemerintahan
dan pembangunan.G. MATA PENCAHARIAN
Pada umumnya masyarakat bali bermata pencaharian
mayoritas bercocok tanam, pada dataran yang curah hujannya yang cukup baik,
pertenakan terutama sapi dan babi sebagai usaha penting dalam masyarakat
pedesaan di Bali, baik perikanan darat maupun laut yang merupakan mata
pecaharian sambilan, kerajinan meliputi kerajinan pembuatan benda anyaman,
patung, kain, ukir-ukiran, percetakaan, pabrik kopi, pabrik rokok, dll. Usaha
dalam bidang ini untuk memberikan lapangan pekerjaan pada penduduk. Karena
banyak wisatawan yang mengunjungi bali maka timbullah usaha perhotelan, travel,
toko kerajinan tangan.
H. RELIGI
Agama yang di anut oleh sebagian orang Bali adalah
agama Hindu sekitar 95%, dari jumlah penduduk Bali, sedangkan sisanya 5% adalah
penganut agama Islam, Kristen, Katholik, Budha, dan Kong Hu Cu. Tujuan hidup
ajaran Hindu adalah untuk mencapai keseimbangan dan kedamaian hidup lahir dan
batin.orang Hindu percaya adanya 1 Tuhan dalam bentuk konsep Trimurti, yaitu
wujud Brahmana (sang pencipta), wujud Wisnu (sang pelindung dan pemelihara), serta
wujud Siwa (sang perusak). Tempat beribadah dibali disebut pura. Tempat-tempat
pemujaan leluhur disebut sangga. Kitab suci agama Hindu adalah weda yang
berasal dari India.
Orang yang meninggal dunia pada orang Hindu
diadakan upacara Ngaben yang dianggap sanggat penting untuk membebaskan arwah
orang yang telah meninggal dunia dari ikatan-ikatan duniawinya menuju surga.
Ngaben itu sendiri adalah upacara pembakaran mayat. Hari raya umat agama hindu
adalah Nyepi yang pelaksanaannya pada perayaan tahun baru saka pada tanggal 1
dari bulan 10 (kedasa), selain itu ada juga hari raya galungan, kuningan, saras
wati, tumpek landep, tumpek uduh, dan siwa ratri.
Pedoman dalam ajaran agama Hindu yakni :
(1).tattwa (filsafat agama),
(2). Etika (susila),
(3).Upacara (yadnya).
Dibali ada 5 macam upacara (panca yadnya), yaitu:
(1). Manusia Yadnya yaitu upacara masa kehamilan
sampai masa dewasa.
(2). Pitra Yadnya yaitu upacara yang ditujukan
kepada roh-roh leluhur.
(3).Dewa Yadnya yaitu upacara yang diadakan di pura
/ kuil keluarga.
(4).Rsi yadnya yaituupacara dalam rangka pelantikan
seorang pendeta.
(5). Bhuta yadnya yaitu upacara untuk roh-roh halus
disekitar manusia yang mengganggu manusia.
I. KESENIAN
Kebudayaan kesenian di bali di golongkan 3 golongan
utama yaitu seni rupa misalnya seni lukis, seni patung, seni arsistektur, seni
pertunjukan misalnya seni tari, seni sastra, seni drama, seni musik, dan seni
audiovisual misalnya seni video dan film.
NILAI-NILAI BUDAYA
1. Tata krama : kebiasaan sopan santun yang di
sepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia di dalam kelompoknya.
2. Nguopin : gotong royong.
3. Ngayah atau ngayang : kerja bakti untuk
keperluan agama.
4. Sopan santun : adat hubungan dalam sopan
pergaulan terhadap orang-orang yang berbeda sex.
ASPEK PEMBANGUNAN
Di Bali jenis mata pencahariannya adalah bertani
disawah. Mata pencaharian pokok tersebut mulai bergeser pada jenis mata
pencaharian non pertanian. Pergeseran ini terjadi karena bahwa pada saat
sekarang dengan berkembangnya industri pariwisata di daerah Bali, maka mereka
menganggap mulai berkembanglah pula terutama dalam mata pencaharian
penduduknya.
Sehingga kebanyakan orang menjual lahannya untuk
industri pariwisata yang dirasakan lebih besar dan lebih cepat dinikmati.
Pendapatan yang diperoleh saat ini kebanyakan dari mata pencaharian non
pertanian, seperti : tukang, sopir, industri, dan kerajinan rumah tangga.
Industri kerajinan rumah tangga seperti memimpin usaha selip tepung, selip
kelapa, penyosohan beras, usaha bordir atau jahit menjahit.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar